Beranda > Renungan > Kebahagiaan

Kebahagiaan

Ketika suatu hari aku sarapan pagi seperti biasa beli kupat tahu langganan,dibelakang ada seseorang berkata “makan A” dan ternyata si bapa penjual kue sedang membuka bungkusan nasi dengan lauk seadanya lalu kubalas dengan “sok…sok” dan melanjutkan makanku, setelah selesai makan aku diam sejenak dan memperhatikan si bapa penjual kue yg asyik makan diselingi senda gurau bersama pedagang kupat tahu, di usianya yg tidak muda lagi si bapa itu dengan giatnya menjual kue dengan sepeda onthelnya…kulihat tawanya yg bebas lepas ketika bercanda dan terlihat giginya yg mulai habis…tawa yg lepas,raut wajah yg terlihat gembira,kulit keriput namun masih terlihat segar….lalu aku berpikir “mungkin saja dia lebih bahagia dari aku karena dia lebih ikhlas menjalani hidup sementara aku terus merasa kurang dan kurang”
Selalu saja lebih besar nikmat dari pada rasa syukur.
Kebahagiaan tidak dapat diukur dengan apa yg kita dapatkan karena yg didapat pun belum tentu jadi milik kita

Kategori:Renungan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: