Beranda > Renungan > Tertutupnya Hati

Tertutupnya Hati

Ketika kita mendengar adzan namun kita pura2 tak mendengar atau mengabaikannya, maka lama2 telinga kita akan tertutup dengan ditempatkan ditempat yg tak terjangkau suara adzan.
Ketika kita melihat mesjid atau orang shalat namun kita pura2 tak melihat atau mangabaikannya, maka mata kita akan tertutup dengan ditempatkan ditempat yg tak ada orang shalat.
Ketika kita diajak atau diingatkan shalat namun kita sering menyepelekan atau mengabaikannya, maka hati kita akan tertutup dengan dijauhkan dari orang2 yg mengingatkan atau mengajak kita shalat.
Pada akhirnya hati kita akan mati dan dibutakan sehingga tak dapat menemukan “jalan pulang” dan akan mati dalam keadaan mengenaskan karena sang pencabut nyawa akan datang dengan bentuk yg sangat menyeramkan…bersyukurlah jika masih diberi kesempatan untuk shalat dan berterimakasihlah pada mereka yg selalu mengingatkan kita untuk shalat.

Kategori:Renungan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: