Beranda > Renungan > Sabar

Sabar

Ketika menemukan sesuatu yang sangat tidak diharapkan dan terasa menyakitkan, ingin rasanya meluapkan emosi dengan marah dan membabi buta tanpa memikirkan akibatnya…
Namun aku belajar…
Meskipun sangat menyiksa dan memerlukan pengorbanan fisik,mental dan materi, kesabaran yang selama ini sering diistilahkan ada batasnya ternyata tidak benar.
Kesabaran tidak ada batasnya, yang sering membatasi kesabaran adalah hilangnya semangat untuk berikhtiar dan tawakal sehingga pada akhirnya timbul rasa ketidak percayaan terhadap Sang Pencipta.
Aku pun belajar…
Emosi yang meluap dapat dikendalikan dengan berpikir logis tentang efek domino yang akan dihasilkan…
Aku pun belajar…
Meskipun rasanya lelah dan sakit, dengan kesabaran ini telah membawaku pada titik sujud menuju Illahi.
Aku pun belajar…
Allah menempatkanku pada titik terendah dalam hidup ini semata-mata untuk membawaku ketitik kesempurnaan sebagai ciptaan-Nya.
Dalam keterhinaan ini aku mencoba memaknai setiap rasa sakit yang kurasakan dengan mengucapkan astaghfirullah diiringi dengan do’a agar segera dikembalikan kesadarannya dan berhenti menyakitiku.
Allah Maha Mengetahui apa yang dirahasiakan manusia.

Kategori:Renungan Tag:, , , ,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: